Perbedaan API3 dan Flare: API3 diperdagangkan di Rp3.320 (kapitalisasi pasar Rp288,74M, volume 24 jam Rp95,59M), sedangkan Flare diperdagangkan di Rp107,51 (kapitalisasi pasar Rp9,34T, volume 24 jam Rp27,19M). Perbedaan utamanya: Flare jauh lebih besar — sekitar 32,3× kapitalisasi pasar API3, dan suplai beredar API3 86,4M API3 dibanding 86,9B FLR milik Flare. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Flare selama 32 Hari.
| API3 | FLR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp288,74M | Rp9,34T |
Volume (24h) | Rp95,59M | Rp27,19M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 86,9B FLR |
Typical Hold Time | 41 Hari | 32 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Flare adalah blockchain Layer 1 berbasis EVM yang dirancang untuk meningkatkan kegunaan teknologi blockchain dengan menyediakan akses terdesentralisasi bagi pengembang ke data berkualitas tinggi dari berbagai blockchain dan internet. Kemampuan ini mendorong terciptanya kasus penggunaan baru dan model monetisasi, memungkinkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) beroperasi di beberapa chain dengan satu kali penerapan.
Selengkapnya di halaman FLR →