Perbedaan API3 dan Chromia: API3 diperdagangkan di Rp3.382 (kapitalisasi pasar Rp291,56M, volume 24 jam Rp93,99M), sedangkan Chromia diperdagangkan di Rp242,57 (kapitalisasi pasar Rp235,98M, volume 24 jam Rp15,29M). Perbedaan utamanya: API3 lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan API3 terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan API3 selama 41 Hari dan Chromia selama 51 Hari.
| API3 | CHR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp291,56M | Rp235,98M |
Volume (24h) | Rp93,99M | Rp15,29M |
Suplai yang Beredar | 86,4M API3 | 974,8M / 978,1M CHR (100%) |
Typical Hold Time | 41 Hari | 51 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
API3 merupakan token ERC-20 yang berbasis di blockchain Ethereum. Tujuan API3 adalah untuk menyediakan versi API terdesentralisasi yang akan dibangun, dikelola, dan dimonetisasi. Untuk mencapai status terdesentralisasi sepenuhnya, insentif dari para partisipan disesuaikan melalui tata kelola, keamanan, dan utilitas value capture dari token API3. Proyek ini memiliki model tata kelola yang terbuka dan langsung, di mana pemegang token API3 bisa staking untuk mendapatkan keuntungan hak voting langsung di DAO API3.
Selengkapnya di halaman API3 →Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →