Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) vs Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL)

Apexindo Pratama Duta TbkTrading
Prodia Diagnostic Line TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Apexindo Pratama Duta Tbk dan Prodia Diagnostic Line Tbk: Apexindo Pratama Duta Tbk diperdagangkan di Rp175 (kapitalisasi pasar 609,99 M, volume 24 jam 6,75 jt), sedangkan Prodia Diagnostic Line Tbk diperdagangkan di Rp270 (kapitalisasi pasar 474,07 M, volume 24 jam 21,23 jt). Perbedaan utamanya: Apexindo Pratama Duta Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Prodia Diagnostic Line Tbk lebih aktif diperdagangkan (21,23 jt vs 6,75 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

APEXPRDL
Kapitalisasi Pasar
609,99 M474,07 M
Volume
6,75 jt21,23 jt
Lot
67,52 rb212,3 rb
Perputaran
1,17 M5,77 M
Harga Rata-rata
173,66271,63
Nilai Transaksi
1,17 M5,77 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
175270
Volume Ekuilibrium Indikatif
1,18 rb2,21 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

APEX
Lihat detail
PRDL
Lihat detail

Tentang Apexindo Pratama Duta Tbk

PT Apexindo Pratama Duta Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 115 dated June 20, 1984 of Notary Imas Fatimah, S.H. The Company belongs to a group of companiesowned by PT Aserra Capital.

Selengkapnya di halaman APEX

Tentang Prodia Diagnostic Line Tbk

PT Prodia Diagnostic Line Tbk (the Company) was established April 16, 2010 with the name of PT DiaLine Systems Indonesia based on Notarial Deed No. 22 of Rismalena Kasri, S.H. On April 25, 2011, PT DiaLine Systems Indonesia changed the Companys name to PT Prodia Diagnostic Line based on Notarial Deed No. 14 of Rismalena Kasri, S.H. The Company is in the form of a Limited Liability Company in 2010 and began commercial production in 2011. The production results are marketed locally. The parent and ultimate parent entity of the Company is PT Prodia Utama.

Selengkapnya di halaman PRDL