Perbedaan ApeX Protocol dan ZeroLend: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.697 (kapitalisasi pasar Rp545,04M, volume 24 jam Rp14,82M), sedangkan ZeroLend diperdagangkan di Rp0,1389 (kapitalisasi pasar Rp9,92M, volume 24 jam Rp2,19M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 54,9× kapitalisasi pasar ZeroLend, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 54,9B / 100B ZERO (55%) milik ZeroLend. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan ZeroLend selama 27 Hari.
| APEX | ZERO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp545,04M | Rp9,92M |
Volume (24h) | Rp14,82M | Rp2,19M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 54,9B / 100B ZERO (55%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 27 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →ZeroLend adalah platform pinjam-meminjam aset digital terdesentralisasi yang mengubah lanskap peminjaman dan peminjaman aset digital. Beroperasi di berbagai chain, termasuk zkSync dan Manta Network, ZeroLend memanfaatkan protokol Layer 2 untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensi. Token tata kelola dan utilitas asli platform, ZERO, memungkinkan pengguna berpartisipasi dalam tata kelola dan staking.
Selengkapnya di halaman ZERO →