Perbedaan ApeX Protocol dan Zcash: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.768 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan Zcash diperdagangkan di Rp8.738.409 (kapitalisasi pasar Rp7,04T, volume 24 jam Rp787,62M). Perbedaan utamanya: Zcash jauh lebih besar — sekitar 12,7× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 16,3M / 21M ZEC (78%) milik Zcash. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Zcash selama 105 Hari.
| APEX | ZEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp7,04T |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp787,62M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 16,3M / 21M ZEC (78%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 105 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →ZEC adalah cryptocurrency terdesentralisasi yang berfokus pada privasi dan anonimitas. Zcash menggunakan teknologi zero-knowledge proof zk-SNARK yang memungkinkan node di jaringan untuk memverifikasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif apa pun tentang transaksi tersebut.
Selengkapnya di halaman ZEC →