Perbedaan ApeX Protocol dan Zerobase: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.764 (kapitalisasi pasar Rp551M, volume 24 jam Rp19,63M), sedangkan Zerobase diperdagangkan di Rp1.556 (kapitalisasi pasar Rp491,89M, volume 24 jam Rp132,97M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol dan Zerobase berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 315,6M / 1B ZBT (32%) milik Zerobase. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Zerobase selama 5 Hari.
| APEX | ZBT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551M | Rp491,89M |
Volume (24h) | Rp19,63M | Rp132,97M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 315,6M / 1B ZBT (32%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 5 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Zerobase adalah jaringan infrastruktur kriptografi yang memanfaatkan zero-knowledge proofs (ZKPs) dan trusted execution environments (TEEs) untuk menghadirkan staking yang privat, sesuai regulasi, dan terprogram. Zerobase mendukung zkStaking, zkLogin, dan ProofYield untuk institusi DeFi, privasi pengguna, dan strategi aset dunia nyata tanpa mengungkap data sensitif.
Selengkapnya di halaman ZBT →