Perbedaan ApeX Protocol dan Verge: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.760 (kapitalisasi pasar Rp551,6M, volume 24 jam Rp19,89M), sedangkan Verge diperdagangkan di Rp36,9 (kapitalisasi pasar Rp611,25M, volume 24 jam Rp19,91M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol dan Verge berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 16,5B / 16,5B XVG (100%) milik Verge. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Verge selama 12 Hari.
| APEX | XVG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551,6M | Rp611,25M |
Volume (24h) | Rp19,89M | Rp19,91M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 16,5B / 16,5B XVG (100%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Verge adalah mata uang kripto yang dirancang untuk menjaga privasi. Bertujuan untuk menjadi versi lebih cepat dan efisien dari blockchain Bitcoin, Verge berfokus pada transaksi yang aman dan privat. Verge menambahkan fitur privasi tambahan, seperti penggunaan jaringan Tor di wallet-nya (vergePay) dan memungkinkan pengguna untuk mengirim uang ke alamat tersembunyi (stealth address).
Selengkapnya di halaman XVG →