Perbedaan ApeX Protocol dan Viction: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.762 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan Viction diperdagangkan di Rp389,35 (kapitalisasi pasar Rp82,57M, volume 24 jam Rp708,9M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 6,7× kapitalisasi pasar Viction, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 127,6M / 210M VIC (61%) milik Viction. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Viction selama 38 Hari.
| APEX | VIC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp82,57M |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp708,9M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 127,6M / 210M VIC (61%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 38 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Viction (sebelumnya TomoChain) adalah blockchain layer-1 yang menawarkan transaksi tanpa gas dan keamanan yang ditingkatkan untuk menjadikan Web3 mudah dan aman bagi semua orang. Didesain dengan fokus pada pengalaman pengguna, Viction memprioritaskan transaksi tanpa gas, kecepatan, keamanan, dan skalabilitas untuk menciptakan dunia yang lebih aman dan terbuka. Viction didorong oleh misi untuk membangun platform terdesentralisasi yang memberdayakan manusia untuk terhubung, berkolaborasi, dan berkreasi tanpa batasan, menggambarkan dunia di mana transparansi, aksesibilitas, dan pertumbuhan berkembang pesat.
Selengkapnya di halaman VIC →