Perbedaan ApeX Protocol dan xMoney: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.770 (kapitalisasi pasar Rp550,84M, volume 24 jam Rp19,71M), sedangkan xMoney diperdagangkan di Rp136,05 (kapitalisasi pasar Rp98,35M, volume 24 jam Rp327,35M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar xMoney, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 704,1M / 1B UTK (71%) milik xMoney. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan xMoney selama 49 Hari.
| APEX | UTK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp550,84M | Rp98,35M |
Volume (24h) | Rp19,71M | Rp327,35M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 704,1M / 1B UTK (71%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 49 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →xMoney (sebelumnya bernama Utrust) didesain sebagai solusi untuk masalah yang mengakibatkan rendahnya penggunaan mata uang kripto sebagai metode pembayaran, terlebih keamanan platform pembayaran yang kurang berkembang dan biaya yang relatif tinggi. Tujuan utama dari platform ini adalah untuk membangun sistem yang mengizinkan transaksi kripto cepat dan efisien dengan biaya rendah, sehingga merchant dapat menjangkau audiens pemegang kripto yang lebih luas. Platform ini juga mengizinkan pembeli untuk melakukan pembelian secara aman sambil menawarkan juga pilihan untuk refund, serta melindungi para penjual dari volatilitas pasar kripto yang tinggi.
Selengkapnya di halaman UTK →