Perbedaan ApeX Protocol dan Tether USDT: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.762 (kapitalisasi pasar Rp551M, volume 24 jam Rp19,63M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.859 (kapitalisasi pasar Rp3.270,76T, volume 24 jam Rp711,76T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 5936× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| APEX | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551M | Rp3.270,76T |
Volume (24h) | Rp19,63M | Rp711,76T |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 20 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →