Perbedaan ApeX Protocol dan Tria: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.749 (kapitalisasi pasar Rp551,6M, volume 24 jam Rp19,89M), sedangkan Tria diperdagangkan di Rp150,16 (kapitalisasi pasar Rp323,95M, volume 24 jam Rp36,35M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 2,2B / 10B TRIA (22%) milik Tria. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Tria selama 4 Hari.
| APEX | TRIA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551,6M | Rp323,95M |
Volume (24h) | Rp19,89M | Rp36,35M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 2,2B / 10B TRIA (22%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 4 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Tria adalah neobank crypto berbasis self-custody dengan mesin routing lintas chain yang memungkinkan aktivitas belanja, trading, dan earning dalam satu aplikasi. Platform ini mengatasi fragmentasi blockchain melalui teknologi BestPath yang mendukung transaksi tanpa gas dan tanpa bridging langsung dari wallet pengguna. Token TRIA digunakan untuk reward, akses layanan, dan partisipasi governance.
Selengkapnya di halaman TRIA →