Perbedaan ApeX Protocol dan Treehouse: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.773 (kapitalisasi pasar Rp552,79M, volume 24 jam Rp17,99M), sedangkan Treehouse diperdagangkan di Rp625,94 (kapitalisasi pasar Rp98,74M, volume 24 jam Rp55,96M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,6× kapitalisasi pasar Treehouse, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 156,1M / 1B TREE (16%) milik Treehouse. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Treehouse selama 19 Hari.
| APEX | TREE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,79M | Rp98,74M |
Volume (24h) | Rp17,99M | Rp55,96M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 156,1M / 1B TREE (16%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →TREE adalah token asli Treehouse, platform Web3 yang berfokus pada keterlibatan komunitas terdesentralisasi dan pertumbuhan ekosistem. Token ini mendukung tata kelola, imbalan, dan partisipasi di seluruh jaringan aplikasi dan layanan Treehouse.
Selengkapnya di halaman TREE →