Perbedaan ApeX Protocol dan Towns: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.744 (kapitalisasi pasar Rp547,43M, volume 24 jam Rp19,82M), sedangkan Towns diperdagangkan di Rp38,69 (kapitalisasi pasar Rp132,51M, volume 24 jam Rp50,95M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar Towns, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Towns terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Towns selama 28 Hari.
| APEX | TOWNS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp547,43M | Rp132,51M |
Volume (24h) | Rp19,82M | Rp50,95M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 3,4B TOWNS |
Typical Hold Time | 20 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Towns Protocol adalah infrastruktur komunikasi yang dirancang untuk mendukung aplikasi pesan real-time. Protokol ini terdiri dari blockchain Layer 2 yang kompatibel dengan EVM, node stream terdesentralisasi untuk pengiriman pesan, dan smart contract di Base, salah satu Layer 2 Ethereum. Towns memungkinkan terciptanya grup percakapan terprogram yang disebut Spaces, dengan dukungan enkripsi pesan, keanggotaan on-chain, staking, dan monetisasi lewat smart contract. Dengan ini, pengguna dapat membangun platform komunikasi tanpa perantara terpusat.
Selengkapnya di halaman TOWNS →