Perbedaan ApeX Protocol dan Sky: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.764 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan Sky diperdagangkan di Rp952,68 (kapitalisasi pasar Rp22,32T, volume 24 jam Rp172,2M). Perbedaan utamanya: Sky jauh lebih besar — sekitar 40,4× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 23,4B / 23,5B SKY (100%) milik Sky. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Sky selama 15 Hari.
| APEX | SKY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp22,32T |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp172,2M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 23,4B / 23,5B SKY (100%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Sky (SKY) adalah token tata kelola dari Sky Protocol dan versi baru dari MakerDAO, yang dirancang untuk membuat DeFi lebih mudah diakses, skalabel, dan memberi lebih banyak imbalan lewat arsitektur modular dan alat non-kustodial.
Selengkapnya di halaman SKY →