Perbedaan ApeX Protocol dan Skate: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.744 (kapitalisasi pasar Rp547,43M, volume 24 jam Rp19,82M), sedangkan Skate diperdagangkan di Rp42,51 (kapitalisasi pasar Rp7,09M, volume 24 jam Rp3,68M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 77,2× kapitalisasi pasar Skate, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 166,9M / 1B SKATE (17%) milik Skate. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Skate selama 12 Hari.
| APEX | SKATE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp547,43M | Rp7,09M |
Volume (24h) | Rp19,82M | Rp3,68M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 166,9M / 1B SKATE (17%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Skate adalah infrastruktur multi-VM yang memungkinkan aplikasi terdesentralisasi berjalan mulus di berbagai blockchain. Skate juga memberi akses native ke aplikasi khusus VM, sehingga aplikasi EVM dapat beroperasi langsung di lingkungan SVM atau MOVE.
Selengkapnya di halaman SKATE →