Perbedaan ApeX Protocol dan MyShell: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.691 (kapitalisasi pasar Rp545,04M, volume 24 jam Rp14,82M), sedangkan MyShell diperdagangkan di Rp353,61 (kapitalisasi pasar Rp144,72M, volume 24 jam Rp84,58M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar MyShell, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 409,1M / 1B SHELL (41%) milik MyShell. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan MyShell selama 21 Hari.
| APEX | SHELL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp545,04M | Rp144,72M |
Volume (24h) | Rp14,82M | Rp84,58M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 409,1M / 1B SHELL (41%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →MyShell adalah platform ramah pengguna yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, membagikan, dan memiliki agen AI. Platform ini menghubungkan AI dan blockchain melalui kerangka kerja agen, model open-source, dan komunitas kreator AI. MyShell juga menawarkan hiburan dan utilitas berbasis AI, sambil memberikan kepemilikan bersama kepada penggunanya.
Selengkapnya di halaman SHELL →