Perbedaan ApeX Protocol dan SafePal: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.775 (kapitalisasi pasar Rp550,84M, volume 24 jam Rp19,71M), sedangkan SafePal diperdagangkan di Rp4.214 (kapitalisasi pasar Rp2,1T, volume 24 jam Rp20,83M). Perbedaan utamanya: SafePal jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 500M / 500M SFP (100%) milik SafePal. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan SafePal selama 24 Hari.
| APEX | SFP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp550,84M | Rp2,1T |
Volume (24h) | Rp19,71M | Rp20,83M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 500M / 500M SFP (100%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 24 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →SafePal, diluncurkan pada tahun 2018, adalah wallet mata uang kripto yang dirancang untuk membantu pengguna mengamankan dan mengelola aset digital mereka. Wallet ini menawarkan wallet perangkat keras dan perangkat lunak, yang dapat dihubungkan dan dikontrol melalui Aplikasi SafePal. Wallet ini merupakan wallet perangkat keras pertama yang menerima investasi dan dukungan dari Binance.
Selengkapnya di halaman SFP →