Perbedaan ApeX Protocol dan Scroll: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.762 (kapitalisasi pasar Rp551M, volume 24 jam Rp19,63M), sedangkan Scroll diperdagangkan di Rp358,57 (kapitalisasi pasar Rp68,09M, volume 24 jam Rp30,91M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 8,1× kapitalisasi pasar Scroll, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 190M / 1B SCR (19%) milik Scroll. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Scroll selama 26 Hari.
| APEX | SCR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551M | Rp68,09M |
Volume (24h) | Rp19,63M | Rp30,91M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 190M / 1B SCR (19%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Scroll adalah solusi Layer 2 yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan Ethereum. Solusi ini memanfaatkan teknologi zkRollup, sebuah metode yang berperan penting dalam mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan throughput transaksi di blockchain Ethereum. Dengan menggunakan zkRollups, Scroll bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah utama yang dihadapi jaringan Ethereum saat ini, seperti gas fee yang tinggi dan kemacetan jaringan.
Selengkapnya di halaman SCR →