Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan ApeX Protocol dan Scroll: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp4.999 (kapitalisasi pasar Rp693,45M, volume 24 jam Rp26,38M), sedangkan Scroll diperdagangkan di Rp469,73 (kapitalisasi pasar Rp89,37M, volume 24 jam Rp73,64M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 7,8× kapitalisasi pasar Scroll, dan suplai beredar ApeX Protocol 138,4M / 500M APEX (28%) dibanding 190M / 1B SCR (19%) milik Scroll. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 18 Hari dan Scroll selama 25 Hari.
| APEX | SCR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp693,45M | Rp89,37M |
Volume (24h) | Rp26,38M | Rp73,64M |
Suplai yang Beredar | 138,4M / 500M APEX (28%) | 190M / 1B SCR (19%) |
Typical Hold Time | 18 Hari | 25 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
APEX Protocol menunjukkan sinyal teknis bearish dengan harga saat ini Rp4.967, di bawah pivot point Rp5.005. Sirkulasi token rendah (28%) dan rata-rata hold time pendek (18 hari) mengindikasikan volatilitas tinggi. Berita terbaru dari GlobeNewsWire tanggal 18 Juni 2026 tidak relevan dengan ekosistem kripto APEX, sehingga tidak berdampak langsung pada token.
Outlook keseluruhan netral-cenderung bearish. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari support kuat di Rp4.705, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dengan 14 sinyal jual vs 3 beli. Investor harus waspada terhadap likuiditas terbatas dengan market cap Rp688,81 juta.
Scroll (SCR) saat ini diperdagangkan pada Rp480,89 dengan kapitalisasi pasar Rp92,7 juta, menunjukkan posisi bearish jangka pendek berdasarkan sinyal teknis dominan jual (16 vs 3 beli). Token ini memiliki supply maksimum 1 juta SCR dengan tingkat sirkulasi 19% dan rata-rata hold time 25 hari. Harga berada di zona support kritis S1 (Rp482) dengan tekanan jual dari moving averages.
Outlook keseluruhan tetap hati-hati dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul dari level support kuat di Rp454, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas terbatas. Investor harus memantau breakout di atas resistance Rp511 untuk konfirmasi perubahan tren.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Scroll adalah solusi Layer 2 yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan Ethereum. Solusi ini memanfaatkan teknologi zkRollup, sebuah metode yang berperan penting dalam mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan throughput transaksi di blockchain Ethereum. Dengan menggunakan zkRollups, Scroll bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah utama yang dihadapi jaringan Ethereum saat ini, seperti gas fee yang tinggi dan kemacetan jaringan.
Selengkapnya di halaman SCR →