Perbedaan ApeX Protocol dan Saros: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.770 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan Saros diperdagangkan di Rp6,26 (kapitalisasi pasar Rp24,09M, volume 24 jam Rp10,4M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 22,9× kapitalisasi pasar Saros, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 3,7B / 10B SAROS (38%) milik Saros. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Saros selama 23 Hari.
| APEX | SAROS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp24,09M |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp10,4M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 3,7B / 10B SAROS (38%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Saros adalah platform identitas digital dan super app di blockchain Solana. Dimulai dengan SarosSwap DEX, Saros kini berkembang menjadi ekosistem Web3 lengkap. Dompet non-kustodialnya menawarkan Social Login, Watch-only mode, dan dompet hibrida NFC untuk keamanan dan kenyamanan lebih baik. Dompet ini juga terintegrasi dengan SolanaPay untuk transaksi cepat melalui modul pembayaran internal.
Selengkapnya di halaman SAROS →