Perbedaan ApeX Protocol dan Rootstock Infrastructure Framework: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.744 (kapitalisasi pasar Rp547,43M, volume 24 jam Rp19,82M), sedangkan Rootstock Infrastructure Framework diperdagangkan di Rp1.239 (kapitalisasi pasar Rp1,23T, volume 24 jam Rp135,97M). Perbedaan utamanya: Rootstock Infrastructure Framework jauh lebih besar — sekitar 2,2× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 1B / 1B RIF (100%) milik Rootstock Infrastructure Framework. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Rootstock Infrastructure Framework selama 12 Hari.
| APEX | RIF | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp547,43M | Rp1,23T |
Volume (24h) | Rp19,82M | Rp135,97M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 1B / 1B RIF (100%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →RIF memungkinkan pemegangnya berpartisipasi dalam tata kelola RootsotckCollective, sebuah DAO yang mendukung dan memberi penghargaan kepada proyek yang dibangun di atas Bitcoin menggunakan Rootstock. RIF yang dipertaruhkan dalam DAO (stRIF) berfungsi sebagai token tata kelola, memberikan anggota hak untuk memperoleh hadiah dalam bentuk Bitcoin dan RIF. Inisiatif yang sedang berjalan mencakup program hibah terdesentralisasi dan CollectiveRewards.
Selengkapnya di halaman RIF →