Perbedaan ApeX Protocol dan Rain: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.773 (kapitalisasi pasar Rp552,79M, volume 24 jam Rp17,99M), sedangkan Rain diperdagangkan di Rp228,93 (kapitalisasi pasar Rp163,77T, volume 24 jam Rp707,99M). Perbedaan utamanya: Rain jauh lebih besar — sekitar 296,3× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 716,6B / 1,1T RAIN (63%) milik Rain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Rain selama 2 Hari.
| APEX | RAIN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,79M | Rp163,77T |
Volume (24h) | Rp17,99M | Rp707,99M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 716,6B / 1,1T RAIN (63%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →RAIN adalah token native Rain Protocol, platform pasar prediksi terdesentralisasi di jaringan Arbitrum yang memungkinkan pengguna membuat dan berpartisipasi dalam pasar berdasarkan peristiwa dunia nyata yang dapat diverifikasi. Protokol ini menggunakan automated market maker untuk menentukan harga hasil prediksi. RAIN digunakan untuk mengakses pasar prediksi, mendukung tata kelola protokol melalui Rain DAO, serta memberikan reward kepada pembuat pasar, penyedia likuiditas, dan resolver.
Selengkapnya di halaman RAIN →