Perbedaan ApeX Protocol dan Newton Protocol: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.764 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan Newton Protocol diperdagangkan di Rp673,18 (kapitalisasi pasar Rp210,49M, volume 24 jam Rp37,31M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,6× kapitalisasi pasar Newton Protocol, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 312,8M / 1B NEWT (32%) milik Newton Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Newton Protocol selama 26 Hari.
| APEX | NEWT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp210,49M |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp37,31M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 312,8M / 1B NEWT (32%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Newton Protocol berfungsi sebagai lapisan otomatisasi yang dapat diverifikasi untuk keuangan on-chain, memungkinkan pengguna mendelegasikan tindakan kompleks lintas-chain kepada agen AI sambil memastikan setiap langkah mematuhi panduan yang ditetapkan pengguna melalui jaminan cryptography. Protokol ini menggabungkan smart accounts, seperti ERC-4337 dan EIP-7702, untuk delegasi yang terperinci, bersama dengan Trusted Execution Environment (TEE) attestations dan zero-knowledge proofs (ZKP) untuk memverifikasi keakuratan setiap keputusan off-chain. Tujuannya adalah mengubah otomatisasi menjadi kerangka kerja minim-kepercayaan, sehingga memfasilitasi agentic finance di berbagai blockchain.
Selengkapnya di halaman NEWT →