Perbedaan ApeX Protocol dan Merlin Chain: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.758 (kapitalisasi pasar Rp551,6M, volume 24 jam Rp19,89M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp318,43 (kapitalisasi pasar Rp429,68M, volume 24 jam Rp23,37M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 1,4B / 2,1B MERL (65%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Merlin Chain selama 10 Hari.
| APEX | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551,6M | Rp429,68M |
Volume (24h) | Rp19,89M | Rp23,37M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 1,4B / 2,1B MERL (65%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →