Perbedaan ApeX Protocol dan Manta Network: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.762 (kapitalisasi pasar Rp551M, volume 24 jam Rp19,63M), sedangkan Manta Network diperdagangkan di Rp1.019 (kapitalisasi pasar Rp486,28M, volume 24 jam Rp35,9M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol dan Manta Network berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Manta Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Manta Network selama 120 Hari.
| APEX | MANTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551M | Rp486,28M |
Volume (24h) | Rp19,63M | Rp35,9M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 478,1M MANTA |
Typical Hold Time | 20 Hari | 120 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Manta Network adalah ekosistem modular untuk Web3 yang memungkinkan pengguna untuk membangun dan menerapkan aplikasi terdesentralisasi berbasis Solidity di Manta, serta memanfaatkan technology stack untuk memberikan kecepatan transaksi lebih cepat daripada L1 dan biaya gas yang lebih rendah daripada L2. Produk utama mereka mencakup Manta Pacific, solusi L2 yang dapat diskalakan dengan biaya gas rendah, dan Universal Circuits, sebuah library agar developer bisa mengintegrasikan kontrak yang mendukung ZK. Manta Network juga menawarkan solusi compliance non-invasif dan bertujuan untuk membangun ekosistem dengan aplikasi yang beragam.
Selengkapnya di halaman MANTA →