Perbedaan ApeX Protocol dan Lombard Staked BTC: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.764 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan Lombard Staked BTC diperdagangkan di Rp1.147.625.058 (kapitalisasi pasar Rp13,43T, volume 24 jam Rp11,7M). Perbedaan utamanya: Lombard Staked BTC jauh lebih besar — sekitar 24,3× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Lombard Staked BTC terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Lombard Staked BTC selama 13 Hari.
| APEX | LBTC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp13,43T |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp11,7M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 11,8K LBTC |
Typical Hold Time | 20 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →LBTC adalah aset Bitcoin likuid dari Lombard yang menghubungkan Bitcoin dengan ekosistem DeFi. Didukung 1:1 oleh BTC, LBTC memungkinkan pemegangnya memperoleh yield dari staking Babylon sekaligus menggunakan Bitcoin untuk aktivitas DeFi seperti trading, lending, borrowing, dan yield farming melalui desain yang secara native bersifat lintas chain.
Selengkapnya di halaman LBTC →