Perbedaan ApeX Protocol dan Irys: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.773 (kapitalisasi pasar Rp552,79M, volume 24 jam Rp17,99M), sedangkan Irys diperdagangkan di Rp288,24 (kapitalisasi pasar Rp743,37M, volume 24 jam Rp79,33M). Perbedaan utamanya: Irys lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Irys terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Irys selama 2 Hari.
| APEX | IRYS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,79M | Rp743,37M |
Volume (24h) | Rp17,99M | Rp79,33M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 2,6B IRYS |
Typical Hold Time | 20 Hari | 2 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →IRYS adalah token native Irys, programmable data chain Layer 1 yang menggabungkan penyimpanan data on-chain dengan eksekusi smart contract. IrysVM memungkinkan smart contract mengakses dan berinteraksi langsung dengan data yang tersimpan untuk mendukung aplikasi seperti AI dan DeFi. IRYS digunakan untuk membayar penyimpanan data dan komputasi, mengamankan jaringan melalui staking, serta memberikan reward kepada peserta jaringan.
Selengkapnya di halaman IRYS →