Perbedaan ApeX Protocol dan GUNZ: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.768 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan GUNZ diperdagangkan di Rp53,22 (kapitalisasi pasar Rp160,76M, volume 24 jam Rp75,02M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 3,4× kapitalisasi pasar GUNZ, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 3B / 10B GUN (31%) milik GUNZ. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan GUNZ selama 9 Hari.
| APEX | GUN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp160,76M |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp75,02M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 3B / 10B GUN (31%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →GUNZ telah berkembang menjadi platform lengkap yang menyediakan infrastruktur native blockchain untuk kebutuhan pengembangan game modern. GUNZ menawarkan rangkaian produk white-label dan SDK yang mudah diintegrasikan, sehingga studio mana pun dapat meluncurkan ekonomi berbasis komunitas secara mulus. Fitur utama mencakup dompet dalam game, marketplace P2P, block explorer, mesin pencetak token dan NFT, dan banyak lagi.
Selengkapnya di halaman GUN →