Perbedaan ApeX Protocol dan Gas: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.773 (kapitalisasi pasar Rp550,84M, volume 24 jam Rp19,71M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp16.607 (kapitalisasi pasar Rp1,08T, volume 24 jam Rp18,41M). Perbedaan utamanya: Gas lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Gas selama 48 Hari.
| APEX | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp550,84M | Rp1,08T |
Volume (24h) | Rp19,71M | Rp18,41M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 20 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →