Perbedaan ApeX Protocol dan Fuel: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.773 (kapitalisasi pasar Rp550,84M, volume 24 jam Rp19,71M), sedangkan Fuel diperdagangkan di Rp11,57 (kapitalisasi pasar Rp102,99M, volume 24 jam Rp18,51M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Fuel, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Fuel terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Fuel selama 19 Hari.
| APEX | FUEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp550,84M | Rp102,99M |
Volume (24h) | Rp19,71M | Rp18,51M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 8,6B FUEL |
Typical Hold Time | 20 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Fuel meningkatkan Ethereum dengan fitur seperti eksekusi transaksi paralel dan abstraksi akun bawaan. Fuel Ignition adalah rollup Optimistic tercepat, mampu menangani lebih dari 600 transaksi per detik dengan biaya di bawah $0,0002 per transaksi, dan memiliki total nilai terkunci lebih dari $400 juta. Platform ini menggunakan FuelVM, Sway, dan Forc untuk memberdayakan pengembang dan membentuk ulang ekosistem rollup.
Selengkapnya di halaman FUEL →