Perbedaan ApeX Protocol dan Foxy: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.745 (kapitalisasi pasar Rp551,6M, volume 24 jam Rp19,89M), sedangkan Foxy diperdagangkan di Rp1,6 (kapitalisasi pasar Rp9,08M, volume 24 jam Rp10,5M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 60,7× kapitalisasi pasar Foxy, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 5,9B / 10B FOXY (59%) milik Foxy. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Foxy selama 19 Hari.
| APEX | FOXY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551,6M | Rp9,08M |
Volume (24h) | Rp19,89M | Rp10,5M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 5,9B / 10B FOXY (59%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Foxy adalah token maskot dari blockchain Linea—sebuah culture coin dan meme token yang menyatukan pengguna, membangun komunitas, dan mewakili semangat Linea.
Selengkapnya di halaman FOXY →