Perbedaan ApeX Protocol dan FLOCK: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.773 (kapitalisasi pasar Rp552,79M, volume 24 jam Rp17,99M), sedangkan FLOCK diperdagangkan di Rp510,78 (kapitalisasi pasar Rp224,74M, volume 24 jam Rp22,48M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar FLOCK, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 436,5M / 1B FLOCK (44%) milik FLOCK. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan FLOCK selama 16 Hari.
| APEX | FLOCK | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,79M | Rp224,74M |
Volume (24h) | Rp17,99M | Rp22,48M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 436,5M / 1B FLOCK (44%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →FLock.io adalah platform pelatihan AI terdesentralisasi pertama yang menggabungkan Federated Learning dengan blockchain. Platform ini memungkinkan komunitas untuk melatih, membuat, dan memiliki model AI secara aman tanpa memusatkan data.
Selengkapnya di halaman FLOCK →