Perbedaan ApeX Protocol dan Euler: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.699 (kapitalisasi pasar Rp541,56M, volume 24 jam Rp14,38M), sedangkan Euler diperdagangkan di Rp21.716 (kapitalisasi pasar Rp513,53M, volume 24 jam Rp170,13M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol dan Euler berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 24M / 27,2M EUL (89%) milik Euler. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Euler selama 9 Hari.
| APEX | EUL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp541,56M | Rp513,53M |
Volume (24h) | Rp14,38M | Rp170,13M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 24M / 27,2M EUL (89%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Euler adalah platform lending di Ethereum yang memungkinkan developer membuat dan menggabungkan vault lending secara permissionless. Komponen intinya, Euler Vault Kit (EVK) dan Ethereum Vault Connector (EVC), membantu builder menyesuaikan mekanisme pinjam-meminjam sesuai kebutuhan. Ini memberi pengguna fleksibilitas lebih dalam mengelola yield, collateral, atau strategi lindung nilai.
Selengkapnya di halaman EUL →