Perbedaan ApeX Protocol dan Enjin Coin: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.764 (kapitalisasi pasar Rp551M, volume 24 jam Rp19,63M), sedangkan Enjin Coin diperdagangkan di Rp430,95 (kapitalisasi pasar Rp856,01M, volume 24 jam Rp64,43M). Perbedaan utamanya: Enjin Coin lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Enjin Coin terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Enjin Coin selama 102 Hari.
| APEX | ENJ | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp551M | Rp856,01M |
Volume (24h) | Rp19,63M | Rp64,43M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 2B ENJ |
Typical Hold Time | 20 Hari | 102 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →ENJ adalah aset digital penyimpan nilai yang bertujuan untuk memudahkan individu, bisnis, dan merek untuk menggunakan non-fungible token (NFT). ENJ juga merupakan token game pertama yang diakui penggunaannya di Jepang.
Selengkapnya di halaman ENJ →