Perbedaan ApeX Protocol dan dYdX: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.762 (kapitalisasi pasar Rp552,73M, volume 24 jam Rp20,12M), sedangkan dYdX diperdagangkan di Rp1.966 (kapitalisasi pasar Rp1,67T, volume 24 jam Rp37,44M). Perbedaan utamanya: dYdX jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 848,6M / 1B DYDX (85%) milik dYdX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan dYdX selama 56 Hari.
| APEX | DYDX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,73M | Rp1,67T |
Volume (24h) | Rp20,12M | Rp37,44M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 848,6M / 1B DYDX (85%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 56 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →DYDX (dYdX) adalah token tata kelola untuk protokol lapisan 2 dari pertukaran mata uang kripto terdesentralisasi non-kustodial eponymous. Dengan platform sumber terbuka dengan fungsi kontrak pintar, dYdX dirancang bagi pengguna untuk meminjamkan, meminjam, dan memperdagangkan aset kripto. dYdX mendukung perdagangan spot, namun fokus utama platform ini adalah pada perdagangan derivatif dan margin.
Selengkapnya di halaman DYDX →