Perbedaan ApeX Protocol dan Data Network: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.773 (kapitalisasi pasar Rp552,79M, volume 24 jam Rp17,99M), sedangkan Data Network diperdagangkan di Rp3.631 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp249,8M). Perbedaan utamanya: Data Network jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar ApeX Protocol, dan suplai ApeX Protocol dibatasi (146,2M / 500M APEX (30%)), sedangkan Data Network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Data Network selama 6 Hari.
| APEX | DATA1 | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp552,79M | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp17,99M | Rp249,8M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 357,7M DATA1 |
Typical Hold Time | 20 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →DATA, sebelumnya dikenal sebagai IP, adalah token native DATA Network, blockchain Layer 1 yang dirancang untuk memperoleh dan melisensikan data pelatihan AI, serta memberikan kompensasi kepada kontributornya. Jaringan yang kompatibel dengan EVM ini menggunakan lapisan audit Trace untuk membuat catatan terverifikasi terkait asal-usul data dan pembayaran kepada kontributor.
Selengkapnya di halaman DATA1 →