Perbedaan ApeX Protocol dan Astar: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.771 (kapitalisasi pasar Rp550,84M, volume 24 jam Rp19,71M), sedangkan Astar diperdagangkan di Rp81,64 (kapitalisasi pasar Rp710,93M, volume 24 jam Rp20,49M). Perbedaan utamanya: Astar lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 8,7B / 10B ASTR (88%) milik Astar. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Astar selama 53 Hari.
| APEX | ASTR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp550,84M | Rp710,93M |
Volume (24h) | Rp19,71M | Rp20,49M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 8,7B / 10B ASTR (88%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 53 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Astar Network adalah pusat smart contract yang dimanfaatkan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dalam ekosistem Web 3.0, dilengkapi dukungan untuk mesin virtual EVM dan WASM. Astar merupakan platform terukur yang digunakan pengembang dApp untuk menghemat biaya dan meningkatkan operasionalitas melalui penggunaan fitur Layer 2 seperti Plasma dan zero-knowledge rollup.
Selengkapnya di halaman ASTR →