Perbedaan ApeX Protocol dan AS Roma Fan Token: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.766 (kapitalisasi pasar Rp550,84M, volume 24 jam Rp19,71M), sedangkan AS Roma Fan Token diperdagangkan di Rp15.464 (kapitalisasi pasar Rp135,76M, volume 24 jam Rp68,22M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar AS Roma Fan Token, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 8,8M / 10M ASR (88%) milik AS Roma Fan Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan AS Roma Fan Token selama 22 Hari.
| APEX | ASR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp550,84M | Rp135,76M |
Volume (24h) | Rp19,71M | Rp68,22M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 8,8M / 10M ASR (88%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 22 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →AS Roma, yang dibentuk pada 1927 setelah penggabungan, adalah salah satu klub sepak bola terkenal di Italia. Tim ini telah meraih 3 gelar Serie A dan 9 trofi Coppa Italia. AS Roma bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai pesaing utama di sepak bola Eropa.
Selengkapnya di halaman ASR →