Perbedaan ApeX Protocol dan Ardor: ApeX Protocol diperdagangkan di Rp3.744 (kapitalisasi pasar Rp547,43M, volume 24 jam Rp19,82M), sedangkan Ardor diperdagangkan di Rp377,27 (kapitalisasi pasar Rp480,7M, volume 24 jam Rp15,19M). Perbedaan utamanya: ApeX Protocol dan Ardor berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeX Protocol 146,2M / 500M APEX (30%) dibanding 998,5M / 998,5M ARDR (100%) milik Ardor. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeX Protocol selama 20 Hari dan Ardor selama 21 Hari.
| APEX | ARDR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp547,43M | Rp480,7M |
Volume (24h) | Rp19,82M | Rp15,19M |
Suplai yang Beredar | 146,2M / 500M APEX (30%) | 998,5M / 998,5M ARDR (100%) |
Typical Hold Time | 20 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ApeX Protocol adalah protokol derivatif perpetual yang terdesentralisasi, non-kustodian, permissionless, dan tahan sensor. Protokol ini memungkinkan pembuatan pasar perpetual swap untuk berbagai pasangan token. Pengguna dapat melakukan perdagangan derivatif crypto di blockchain Ethereum tanpa perantara, sambil tetap mempertahankan kendali penuh atas private key mereka.
Selengkapnya di halaman APEX →Ardor adalah platform blockchain multichain yang menggunakan arsitektur rantai induk dan anak. Keamanan seluruh jaringan dijaga oleh rantai induk Ardor, sementara rantai anak yang saling terhubung menyediakan seluruh fungsionalitas. Tim pengembang meyakini bahwa desain ini—ditambah dengan fitur izin pengguna hybrid—memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk berbagai kasus penggunaan, serta membuka peluang lebih luas bagi adopsi teknologi blockchain di pasar umum.
Selengkapnya di halaman ARDR →