Perbedaan ApeCoin dan Ordinals: ApeCoin diperdagangkan di Rp2.205 (kapitalisasi pasar Rp2,19T, volume 24 jam Rp118,62M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.027 (kapitalisasi pasar Rp1,32T, volume 24 jam Rp171,93M). Perbedaan utamanya: ApeCoin lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar ApeCoin 1B / 1B APE (100%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ApeCoin selama 62 Hari dan Ordinals selama 36 Hari.
| APE | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp2,19T | Rp1,32T |
Volume (24h) | Rp118,62M | Rp171,93M |
Suplai yang Beredar | 1B / 1B APE (100%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 62 Hari | 36 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
ApeCoin adalah proyek terdesentralisasi yang terinspirasi oleh proyek Bored Ape Yacht Club dari Yuga Labs. ApeCoin diciptakan untuk digunakan dalam Ekosistem APE yang sedang berkembang, yang didukung oleh APE Foundation. DAO ApeCoin bertujuan untuk membangun dan memelihara Ekosistem APE dengan cara yang adil dan inklusif, menyediakan infrastruktur bagi pemegang ApeCoin untuk berkolaborasi melalui proses tata kelola yang terbuka dan tanpa izin.
Selengkapnya di halaman APE →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →