Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Aneka Tambang Tbk (ANTM) vs Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN)

Aneka Tambang Tbk
Bank Danamon Indonesia Tbk

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Aneka Tambang Tbk dan Bank Danamon Indonesia Tbk: Aneka Tambang Tbk diperdagangkan di Rp2.790 (kapitalisasi pasar 70,41 T, volume 24 jam 75,5 jt), sedangkan Bank Danamon Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp3.810 (kapitalisasi pasar 37,16 T, volume 24 jam 1,05 jt). Perbedaan utamanya: Aneka Tambang Tbk lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Aneka Tambang Tbk lebih aktif diperdagangkan (75,5 jt vs 1,05 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ANTMBDMN
Kapitalisasi Pasar
70,41 T37,16 T
Volume
75,5 jt1,05 jt
Lot
755,01 rb10,52 rb
Perputaran
215,03 M4,01 M
Harga Rata-rata
2.848,053.812,93
Nilai Transaksi
215,03 M4,01 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.7903.810
Volume Ekuilibrium Indikatif
12,27 rb1,23 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ANTM
Lihat detail
BDMN
Lihat detail

Tentang Aneka Tambang Tbk

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk (the Company) was established as Perusahaan Negara (PN) Aneka Tambang in the Republic of Indonesia on July 5, 1968 under Government Regulation No. 22 of 1968. The Company is vertically integrated to undertake exploration, mining, smelting, refining and marketing activities. International accreditation that the company has received include the ISO 9002 for the high quality management at Pomalaa, the ISO Guide 25 for the performance of the assay laboratory at Logam Mulia and admittance of Antam’s refined gold to the London Bullion Market Association’s “London Good Delivery List”, and the ISO 14001 for quality environmental management.

Selengkapnya di halaman ANTM

Tentang Bank Danamon Indonesia Tbk

Bank Danamon (the Bank) domiciled in Jakarta, was established on July 16, 1956, based on the notarial deed No. 134 of Meester Raden Soedja, S.H. The Bank received its permit as a commercial bank the following September 1956, and became a foreign exchange bank in November 1988. During the Asian Financial crisis of 1997, Bank Danamon ran into a liquidity insolvency and was taken over by the government of Indonesia in April 1998, which placed in the care of the Indonesian Bank Restructuring Agency (IBRA) to be included in the bank recapitalization and merger programs. Following a third rights issue by Bank Danamon and the subsequent merging of Bank PDFCI into the Bank on December 30, 1999; the racapitalizaton of Bank Danamon which increased its statutory capital To Rp 10 trillion on May 17, 2000; and the merging of eight private banks (Bank Jaya, Bank Tiara Asia, Bank Pos Nusntara, Bank Rama, Bank Tamara, Bank Nusa Nasional, Bank Duta and Bank Bank Risjad Salim International) into Bank Danamon on June 30, 2000; Bank Danamon re-emerged as one of Indonesia’s four designated core banks along with Bank Central Asia in the private sector, and with Bank andiri and Bank BNI in the Public sector.

Selengkapnya di halaman BDMN