Perbedaan Ankr dan JOE: Ankr diperdagangkan di Rp60,54 (kapitalisasi pasar Rp605,81M, volume 24 jam Rp86,72M), sedangkan JOE diperdagangkan di Rp492,84 (kapitalisasi pasar Rp225,29M, volume 24 jam Rp81,35M). Perbedaan utamanya: Ankr jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar JOE, dan suplai beredar Ankr 10B / 10B ANKR (100%) dibanding 457,2M / 500M JOE (92%) milik JOE. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ankr selama 126 Hari dan JOE selama 33 Hari.
| ANKR | JOE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp605,81M | Rp225,29M |
Volume (24h) | Rp86,72M | Rp81,35M |
Suplai yang Beredar | 10B / 10B ANKR (100%) | 457,2M / 500M JOE (92%) |
Typical Hold Time | 126 Hari | 33 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
ANKR dibangun sebagai solusi yang memanfaatkan sumber daya bersama untuk menyediakan solusi hosting node blockchain yang mudah dan terjangkau. ANKR didirikan pada November 2017 dan selama masanya di pasar, ANKR telah membangun pasar untuk layanan container-based cloud melalui penggunaan sumber daya bersama.
Selengkapnya di halaman ANKR →JOE adalah token native dari Trader Joe, sebuah bursa terdesentralisasi di blockchain Avalanche (AVAX). Trader Joe menawarkan berbagai layanan DeFi, termasuk pertukaran, staking, dan yield farming. Sejak diluncurkan pada Juni 2021, bursa ini telah mengalami pertumbuhan pesat, menarik lebih dari $4 miliar dalam total nilai terkunci. Trader Joe mengutamakan pendekatan berbasis komunitas dan menekankan inovasi, kecepatan, dan keamanan. Platform ini bertujuan untuk memberikan pengalaman DeFi yang komprehensif dan mengintegrasikan produk baru tanpa mengorbankan keamanan. Trader Joe memiliki peta jalan ambisius yang fokus pada pertumbuhan pemegang token, dengan rencana untuk peningkatan staking, daftar bursa NFT, kolateralizasi token JOE, dan perdagangan dengan leverage pada tahun 2021.
Selengkapnya di halaman JOE →