Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) vs Sumi Indo Kabel Tbk. (IKBI)

Sumber Alfaria Trijaya Tbk
Sumi Indo Kabel Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan Sumi Indo Kabel Tbk.: Sumber Alfaria Trijaya Tbk diperdagangkan di Rp1.390 (kapitalisasi pasar 57,93 T, volume 24 jam 30,06 jt), sedangkan Sumi Indo Kabel Tbk. diperdagangkan di Rp555 (kapitalisasi pasar 660,96 M, volume 24 jam 52 rb). Perbedaan utamanya: Sumber Alfaria Trijaya Tbk jauh lebih besar — sekitar 87,6× kapitalisasi pasar Sumi Indo Kabel Tbk., dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk lebih aktif diperdagangkan (30,06 jt vs 52 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMRTIKBI
Kapitalisasi Pasar
57,93 T660,96 M
Volume
30,06 jt52 rb
Lot
300,6 rb520
Perputaran
41,93 M28,5 jt
Harga Rata-rata
1.394,98548,09
Nilai Transaksi
41,93 M28,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.390555
Volume Ekuilibrium Indikatif
10,1 rb12

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMRT
Lihat detail
IKBI
Lihat detail

Tentang Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Sumber Alfaria Trijaya Tbk, PT (the company) was established on 22 Feb 1989 based on Notaries Deed No. 21 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated Aug 7, 1989. In 2002, the Company acquired 141 minimarkets from PT Alfa Mitramart Utama to support activity in retail distribution. Then in the same year, the company changed brand name Alfa Minimart to Alfamart.

Selengkapnya di halaman AMRT

Tentang Sumi Indo Kabel Tbk.

The Company was established on July 23, 1981 with its Head Office and Factory located in Tangerang, West Java. The Company was listed in JSX and SSX in 1990. On 1994 the Company changed status of the Company to become Foreign Capital Investment (PMA), right after participation of Sumitomo Electric Industries, Ltd., Japan which is one of the biggest in the world in cable industry and PT Perdanamulia Ekasakti.

Selengkapnya di halaman IKBI