Perbedaan Amp dan Reserve Rights: Amp diperdagangkan di Rp6,86 (kapitalisasi pasar Rp612,88M, volume 24 jam Rp33,35M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp21,16 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp62,7M). Perbedaan utamanya: Reserve Rights jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Amp, dan suplai beredar Amp 89,8B / 100B AMP (90%) dibanding 62,6B / 100B RSR (63%) milik Reserve Rights. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Amp selama 71 Hari dan Reserve Rights selama 44 Hari.
| AMP | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp612,88M | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp33,35M | Rp62,7M |
Suplai yang Beredar | 89,8B / 100B AMP (90%) | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 71 Hari | 44 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
AMP digambarkan sebagai token digital baru yang menawarkan jaminan instan dan dapat diverifikasi untuk segala jenis transfer nilai. Dengan menggunakan Amp, jaringan seperti Flexa dapat mengamankan transaksi dengan cepat dan permanen untuk berbagai kasus penggunaan terkait aset.
Selengkapnya di halaman AMP →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →