Perbedaan Amp dan Haedal Protocol: Amp diperdagangkan di Rp6,88 (kapitalisasi pasar Rp616,27M, volume 24 jam Rp33,21M), sedangkan Haedal Protocol diperdagangkan di Rp285,72 (kapitalisasi pasar Rp138,54M, volume 24 jam Rp23,59M). Perbedaan utamanya: Amp jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Haedal Protocol, dan suplai beredar Amp 89,8B / 100B AMP (90%) dibanding 483,3M / 1B HAEDAL (49%) milik Haedal Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Amp selama 71 Hari dan Haedal Protocol selama 15 Hari.
| AMP | HAEDAL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp616,27M | Rp138,54M |
Volume (24h) | Rp33,21M | Rp23,59M |
Suplai yang Beredar | 89,8B / 100B AMP (90%) | 483,3M / 1B HAEDAL (49%) |
Typical Hold Time | 71 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
AMP digambarkan sebagai token digital baru yang menawarkan jaminan instan dan dapat diverifikasi untuk segala jenis transfer nilai. Dengan menggunakan Amp, jaringan seperti Flexa dapat mengamankan transaksi dengan cepat dan permanen untuk berbagai kasus penggunaan terkait aset.
Selengkapnya di halaman AMP →Haedal adalah protokol liquid staking terkemuka yang dibangun secara native di jaringan Sui. Protokol ini menyediakan infrastruktur yang kuat, memungkinkan pengguna untuk melakukan staking token SUI dan Walrus ke validator guna memperoleh imbal hasil konsensus secara berkelanjutan, sekaligus membuka likuiditas LST yang dapat dimanfaatkan di berbagai ekosistem DeFi. Haedal bertujuan menjadi tempat utama bagi pengguna untuk staking dan mendapatkan imbal hasil di ekosistem Sui.
Selengkapnya di halaman HAEDAL →