Perbedaan Amp dan DeepBook Protocol: Amp diperdagangkan di Rp6,84 (kapitalisasi pasar Rp609,29M, volume 24 jam Rp40,34M), sedangkan DeepBook Protocol diperdagangkan di Rp253,94 (kapitalisasi pasar Rp1,42T, volume 24 jam Rp47,11M). Perbedaan utamanya: DeepBook Protocol jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Amp, dan suplai beredar Amp 89,8B / 100B AMP (90%) dibanding 5,6B / 10B DEEP (57%) milik DeepBook Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Amp selama 71 Hari dan DeepBook Protocol selama 14 Hari.
| AMP | DEEP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp609,29M | Rp1,42T |
Volume (24h) | Rp40,34M | Rp47,11M |
Suplai yang Beredar | 89,8B / 100B AMP (90%) | 5,6B / 10B DEEP (57%) |
Typical Hold Time | 71 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
AMP digambarkan sebagai token digital baru yang menawarkan jaminan instan dan dapat diverifikasi untuk segala jenis transfer nilai. Dengan menggunakan Amp, jaringan seperti Flexa dapat mengamankan transaksi dengan cepat dan permanen untuk berbagai kasus penggunaan terkait aset.
Selengkapnya di halaman AMP →DeepBook adalah buku pesanan terdesentralisasi (CLOB) di blockchain Sui yang menawarkan kinerja tinggi dan latensi rendah. Beroperasi sepenuhnya on-chain, DeepBook meningkatkan kemampuan pemrograman dan likuiditas di ekosistem DeFi. Dengan menyediakan likuiditas yang lebih rapat dan kontrol lebih besar bagi penyedia likuiditas dibandingkan model tradisional, DeepBook berfungsi sebagai pusat likuiditas grosir utama untuk berbagai layanan keuangan.
Selengkapnya di halaman DEEP →