Perbedaan Amp dan Boba Network: Amp diperdagangkan di Rp6,88 (kapitalisasi pasar Rp616,27M, volume 24 jam Rp33,21M), sedangkan Boba Network diperdagangkan di Rp324,28 (kapitalisasi pasar Rp160,89M, volume 24 jam Rp10,77M). Perbedaan utamanya: Amp jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar Boba Network, dan suplai beredar Amp 89,8B / 100B AMP (90%) dibanding 493,6M / 500M BOBA (99%) milik Boba Network. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Amp selama 71 Hari dan Boba Network selama 11 Hari.
| AMP | BOBA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp616,27M | Rp160,89M |
Volume (24h) | Rp33,21M | Rp10,77M |
Suplai yang Beredar | 89,8B / 100B AMP (90%) | 493,6M / 500M BOBA (99%) |
Typical Hold Time | 71 Hari | 11 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
AMP digambarkan sebagai token digital baru yang menawarkan jaminan instan dan dapat diverifikasi untuk segala jenis transfer nilai. Dengan menggunakan Amp, jaringan seperti Flexa dapat mengamankan transaksi dengan cepat dan permanen untuk berbagai kasus penggunaan terkait aset.
Selengkapnya di halaman AMP →Boba Network adalah solusi layer 2 multichain berbasis optimistic yang meningkatkan komunikasi blockchain menggunakan teknologi rollup. Sepenuhnya kompatibel dengan alat berbasis EVM, Boba mendukung Avalanche, BNB, Moonbeam, dan Fantom, menghadirkan transaksi super cepat dengan biaya 40 hingga 100 kali lebih rendah dibanding Layer 1. Didukung oleh teknologi Hybrid Compute, Boba Network memungkinkan pengembang membuat smart contract lebih cerdas dengan memanfaatkan komputasi off-chain dan data dunia nyata, memberikan pengalaman lebih baik untuk aplikasi terdesentralisasi.
Selengkapnya di halaman BOBA →