Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Ashmore Asset Management Indonesia TbkTrading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp358 (kapitalisasi pasar 800 M, volume 24 jam 16,8 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21,12 jt vs 16,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORSQMI
Kapitalisasi Pasar
800 M978,87 M
Volume
16,8 rb21,12 jt
Lot
168211,22 rb
Perputaran
6 jt1,32 M
Harga Rata-rata
357,1562,72
Nilai Transaksi
6 jt1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
36062
Volume Ekuilibrium Indikatif
1001,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI