Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
Abadi Lestari Indonesia Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 715,56 M, volume 24 jam 25,9 rb), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp3.150 (kapitalisasi pasar 10,47 T, volume 24 jam 566,3 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 14,6× kapitalisasi pasar Ashmore Asset Management Indonesia Tbk, dan Abadi Lestari Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (566,3 rb vs 25,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORRLCO
Kapitalisasi Pasar
715,56 M10,47 T
Volume
25,9 rb566,3 rb
Lot
2595,66 rb
Perputaran
8,31 jt1,84 M
Harga Rata-rata
320,733.250,56
Nilai Transaksi
8,31 jt1,84 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
3223.150
Volume Ekuilibrium Indikatif
124

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO