Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
Kian Santang Muliatama Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 715,56 M, volume 24 jam 25,9 rb), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp202 (kapitalisasi pasar 291,85 M, volume 24 jam 30,08 jt). Perbedaan utamanya: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 2,5× kapitalisasi pasar Kian Santang Muliatama Tbk., dan Kian Santang Muliatama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (30,08 jt vs 25,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORRGAS
Kapitalisasi Pasar
715,56 M291,85 M
Volume
25,9 rb30,08 jt
Lot
259300,76 rb
Perputaran
8,31 jt6,09 M
Harga Rata-rata
320,73202,49
Nilai Transaksi
8,31 jt6,09 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
322202
Volume Ekuilibrium Indikatif
14,63 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS