Ikon aset - trading kripto, saham, dan emas di Pluang
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Perbedaan Harga & Kinerja Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) vs Mitra International Resources Tbk. (MIRA)

Ashmore Asset Management Indonesia Tbk
Mitra International Resources Tbk.

Kinerja harga

Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir

Statistik utama

Perbedaan Ashmore Asset Management Indonesia Tbk dan Mitra International Resources Tbk.: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp322 (kapitalisasi pasar 715,56 M, volume 24 jam 25,9 rb), sedangkan Mitra International Resources Tbk. diperdagangkan di Rp19 (kapitalisasi pasar 71,31 M, volume 24 jam 2,13 jt). Perbedaan utamanya: Ashmore Asset Management Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 10× kapitalisasi pasar Mitra International Resources Tbk., dan Mitra International Resources Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,13 jt vs 25,9 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

AMORMIRA
Kapitalisasi Pasar
715,56 M71,31 M
Volume
25,9 rb2,13 jt
Lot
25921,34 rb
Perputaran
8,31 jt39,4 jt
Harga Rata-rata
320,7318,46
Nilai Transaksi
8,31 jt39,4 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
32219
Volume Ekuilibrium Indikatif
17,75 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

AMOR
Lihat detail
MIRA
Lihat detail

Tentang Ashmore Asset Management Indonesia Tbk

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (the Company) initially established under the name of PT Buana Megah Abadi, is an Indonesian domiciled Company. The Company was established based on notary deed No. 250 dated 29 January 2010 of Doctor Irawan Soerodjo, SH.MSi.

Selengkapnya di halaman AMOR

Tentang Mitra International Resources Tbk.

PT Mitra International Resources Tbk formerly PT Mitra Rajasa was established based on Deed No.285 dated April 24, 1979 of Ridwan Suselo, SH., a public notary in Jakarta, and operates as a trucking enterprise. The company started out with 20 trucks carrying cement for Indocement to all parts of Java.

Selengkapnya di halaman MIRA